MENEMBUS AWAN (Jurnal Puisi #7)
| © Slate.com |
antara fana dan realita,
aku selalu salah bila jatuh cinta
tidak akan pernah bahagia, tapi nelangsa
membatu hingga semuanya mencair
aku benci dengan tempat ini,
dulunya sudah kucumbu dengan harapan,
nyatanya tidak.
mulutku terkunci, kata tersesat dilidah.
belum ada manusia ingin mengetuk,
aku ingin muntah.
belum juga aku melihat orang setara,
mereka terjebak dalam gulita.
kaki kirinya terantai peraturan,
kaki kanannya terantai perasaan,
sedangkan aku telah melayang.
dimana temanku yang kutunggu,
seorang teman yang tidak terbelenggu,
melayang menembus awan.
- Rahmad Kurniawan
0 komentar